Syair Sufi Imam Syafi'i. Syakautu ila Waqi’in sua hifdzi, Fa arsyadani ila tarki al ma’ashi, Wa akhbaroni bi anna ‘ilmu nuurun, Wa Nuurullahi la yu’tha li aashi”. Aku mengadukan buruknya 'ingatanku' kepada syeikh waqi. Beliau berkata “tinggalkanlah maksiat, tinggalkanlah dosa. Ilmu adalah cahaya.
“Ketahuilah muridku, seorang sufi harus mencari derajat yang lebih baik di hadapan Allah dengan usaha terbaik yang dapat ia kerjakan.” Syaqiq al-Balkhi pun menyanjung gurunya, “Sungguh engkau adalah seorang yang sangat luas ilmunya.” Kisah ini memberikan kita gambaran bahwa ulama sufi bukanlah ulama yang sekedar berpasrah diri kepada Allah.
Puisi-puisi sufi rabiah al adawiyah. I. Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta. Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu. Cinta digenggam walau apapun terjadi. Tatkala terputus, ia sambung seperti mula. Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga. Menikmati pertemuan indah dan abadi.
Orang sufi itu adalah orang yang sudah menempuh tingkatan Ma’rifat kepada Allah SWT….. Dalam Islam ada 4 macam Tingkatan agama : 1. Syariat : Hukum atau Aturan. 2. Tarekat : Jalan (aliran) dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT (asal kita tidak salah dalam memilih tarekat) 3. Hakekat (keyakinan sudah mengandung nilai kebenaran disisi Allah
Dalam hidup, para sufi sama halnya dengan manusia lainnya. Mereka punya rasa cinta sebagaimana manusia pada umumnya. Sebagai bukti bahwa seorang sufi juga bisa jatuh cinta adalah kisah Nabi Yusuf alaihis-salam. Itulah satu-satunya kisah cinta yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai teladan bagi umat manusia.
nyvVtCH.
syair cinta sufi kepada allah